Khayali Sebuah Rak Buku Di Perpustakaan Jurusan

KULIAH PEDIAOleh : Fauziannisa Pradana Putri

Tak Ada Yang Kekal Disini
Walau Hanya Sejengkal
Hanya Ada Bangku-Bangku Yang Merapal Diam
Di Ujung Kayu Perlahan Bersahut, Doa Terpaut Dalam Siut
Hembus Mengudara Dalam Titik Aksara
Siang Tertumpuk Banyak Kenang
Jua Tugas-Tugas Dalam Kening
Malam Tertumpu Ribuan Angan
Jua Mimpi-Mimpi Terkubur Jutaan Ingin

Barangkali, Di Ujung Kayu Sebelah Sana,
Ada Yang Menjadikanmu Lapang, Ada Yang Mengekalkanmu Pulang
Tapi Di Sudut Ini,
Tibalah Kau Di Bertumpuk-Tumpuk Buku Kerinduan
Tibalah Kau Di Sela-Sela Imaji Khayali Atau Fakta Fana

Sementara, Sadarlah, Abjad-Abjad Telah Luruh, Sungguh.
Lalu Aku Akan Bersua, Di Tengah Rasa:
‘Aku Dan Kamu Ialah Guratan Takdir Aneh.
Aku Selalu Saja Menunggu Asamu
Kamu Selalu Saja Meragu Kuasaku’
Aku Selalu Mati. Khayaliku Saja Yang Tak Pernah.

Catatan: Puisi diatas merupakan buah pikiran dari salah satu peserta (pada) event lomba “Menulis Seputar Kuliah” yang bekerjasama dengan Kuliah Pedia.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *